Alamat blog    : chadefi.sari.student.ipb.ac.id

Nama               : Chadefi Novita Sari

Nrp                   : H44100040

Laskar             : 3

Cerita 1


Perjalanan Hidup Penjual Keripik

Cerita ini saya dapatkan ketika saya SMA, dimana  saat itu saya tidak  memiliki semangat dalam menghadapi Ujian Nasional. Paman saya memberi semangat atau sejenis motifasi kepada saya. dengan judul cerita Perjalanan Hidup Penjual Keripik. Paman mulai memperkenalkan seorang bapak tua, yang pastinya tidak asing lagi kita lihat di kota Bandar Lampung ini dengan kondisi tidak sempurna (buta), berdiri di atas trotoar depan Bank Syariah sambil menjual keripik pisang jualannya. Dengan menggunakan sebuah ember yang berisi keripik pisang jualannya, ia berdiri di situ sambil terus bersuara menarik perhatian orang-orang yang lalu-lalang di sekitar situ.
“Keripik pisang… keripik pisang!” teriaknya. Satu hal yang Paman lihat, bapak tua itu tak pernah berhenti meneriakan keripik pisangnya. Semangat untuk terus bertahan hidup, tak pernah padam. Suatu hari, selepas pulang kerja ,

Paman mencoba mendekatinya dan bapak tua itu sepertinya sudah tahu kedatanganPaman . Ia lalu menawarkan keripik pisangnya. Setelah memberikan uang, Paman katakan keripiknya tidak usah. Setelah itu, Paman meninggalkannya.

Esok harinya, Paman melewati jalan yang sama selepas pulang kantor, dan Paman masih mendapatkan bapak tua itu berdiri dengan setia di situ. Tidak beberapa jauh dari tempatnya paman melihat bapak itu tersenyum, seakan menyambut kedatangan Paman. Dengan suara yang khas, “keripik pisang… keripik pisang!”. Paman mendekatinya dan ia berkata, “adik yang kemarin sore itu ya?”. Paman kaget dengan ucapannya. Bagaimana mungkin ia bisa tahu dengan keadaan fisiknya yang seperti itu? Akhirnya Paman memberanikan diri mengajaknya bercerita. Bapak tua itu sejak kecil sudah di lahirkan dengan keadaan buta total. Ia berkata pada Paman, entah sudah berapa lama ia menjadi penjual keripik pisang. Sejak ia menikah, istrinya juga sakit-sakitan. Akhirnya ia memutuskan berjualan keripik pisang untuk membiayai kehidupan hidup keluarganya. Istrinya dengan setia membuat keripik pisang dan ia sejak jam 6 pagi sudah berdiri di situ sampai jam 7 malam. Posisi berjualan pun tidak pernah berubah. Hujan, panas atau dalam keadaan apapun, ia tetap setia berdiri di situ.

Pengalaman di usir oleh petugas Satpol PP sudah terlalu sering ia alami. Mungkin karena kasihan dengan keadaanya, petugas akhirnya membiarkan ia tetap berjualan di situ. Dalam perbincangannya dengan Paman ia katakan bahwa menjalani hidup dengan keadaan seperti ini tidak pernah ia sesali. Ia marah kalau ada orang melihat dia hanya karena kasihan. Ia mau menunjukan pada dunia bahwa keterbatasan fisik seperti ini, bukan penghalang untuk terus bertahan hidup. Kata –kata yang paling menyentuh hati Paman dari bapak tua itu “Tuhan mengijinkan saya hidup dan saya bersyukur untuk itu!” Pertemuan Paman dengan bapak tua itu akhirnya menjadi pengisi hidup Paman sehari-hari. Hampir setiap hari sepulang kerja, Paman selalu menyempatkan diri membeli keripik pisangnya. Terima kasih karena sudah menyadarkan Paman, bahwa mensyukuri hidup yang Tuhan sudah berikan secara cuma-cuma, jauh lebih berharga dari harta apapun di dunia ini.

Seringkali, perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan hidup kita lalui tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan.

Kita meminta kekuatan… dan Tuhan memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat hidup kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijksanaan… dan Tuhan memberi kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan
Kita meminta kemakmuran… dan Tuhan memberi otak dan kekuatan untuk bekerja
Kita meminta keberanian… dan Tuhan memberikan rintangan untuk kita hadapai
Kita meminta cinta… dan Tuhan memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu
Kita meminta pertolongan… dan Tuhan memberikan kita kesempatan

Begitulah cerita yang membuat saya termotivasi dalam menghadapi ujian nasional ketika kelas 3 SMA, orang yang dalam keadaan tidak sempurna saja masih semangat dalam menghadapi masalahnya, karena ia yakin bahwa Tuhan akan membantu dirinya.


Cerita 2

Persahabatan

Diibaratkan Anggota Tubuh

Anggota tubuh yang lengkap menginspirasikan diri saya dalam hal persahabatan dimana ketika saya memiliki sahabat yang saling sayang satu dengan lainnya tak  menginginkan untuk saling menyakiti, karena ibarat satu tubuh ketika kita menyakiti atau kehilangan salah satunya saja pasti anggota tubuh kita yang lainnya akan merasakan sakit juga. Begitu pula dalam persahabatan ketika kita kehilangan salah satu diantara sahabat pasti kita akan merasa sakit. Oleh karena itu, ketika diantara kita ada yang merasa sakit kita berusaha untuk saling mengobati.

Tak pernah ada rasa dendam diantara kita. Kita selalu bersama menghadapi semua masalah yang ada, sedih senang kehidupan kita rasakan bersama. Begitulah nikmatnya memiliki sahabat. Dalam hal filosofi,tubuh kita yang terpisah-pisah antara tangan, badan, kaki dan kepala dihubungkan oleh daging dan darah yang kita ibaratkan persahabatan.

Walaupun diantara kita berbeda-beda dalam hal karakter, fungsi, dan rupa namun kita tetap berjalan untuk mencapai tujuan yang sama. Untuk itu kita harus saling melindungi,saling melengkapi dan bekerja sama walaupun terkadang menjalin persahabatan itu begitu sulit karena perbedaan pendapat, seperti halnya ketika kita berjalan jika kaki kanan kedepan maka kaki kiri pun tak mungkin ikut ke depan pula.

Nah, begitu pun dalam persahabatan jika kita menginginkan persahabatan kita abadi maka kita  ibaratkan sebuah persahabatan itu seperti satu tubuh yang harus saling mengerti, tidak egois seperti halnya kedua kaki tadi.


Posted in Uncategorized | Leave a comment